Ini Bedannya DWP Tahun 2016 Dengan 2017

 

Intip Bedanya Djakarta Warehouse Project ( DWP ) Tahun 2016 dengan 2017 

Bagian Sebagian orang pastinya belum tahu tentang apa itu Djakarta Warehouse Project atau yang lebih di kenal dengan sebutan DWP yang baru-baru tengah menjadi perbincangan terhangat karena merupakan salah satu acara festival musik electronic terbesar di asia.

DWP sendiri diselenggarakan setiap tahunnya pada bulan Desember dan berkolasi di JIEXPO KEMAYORAN JAKARTA. Dalam acara DWP ini sendiri memanglah mengundang berbagai DJ – DJ yang pastinya terkenal di dunia , Rapper hingga sampai dengan musisi lokal dan dunia.

Acara ini sendiri merupakan acara yang ditunggu-tunggu oleh pecinta ” PARTY ”  di indonesia dan tentunnya acara ini hanya dikenankan untuk yang berusia di atas 18+ namun sangking terkenalnya banyak anak yang di bawah umur menginginkan untuk hadir di Festival music terbesar di asia itu. Bahkan ada yang tidak segan-segan untuk membuat ID palsu untuk bisa ikut festival terbesar itu. Jadi tidak mengherankan jika festival ini sangat dinanti-nantikan.

Dalam Festival DWP 2017 ini tentunya jugalah mempunyai perbedaan dalam Festival DWP tahun 2016 sebelumnya. Dimana di tahun 2016 sebelumnya DWP mengundang 33 DJ mancanegara dan 24 DJ asal Tanah Air. Salah satunya adalah Zedd.

Sedangkan di tahun 2017 di anggap lebih seru karena mengundang banyak DJ-DJ paling terkenal di dunia yang di antaranya , Marshmello, Steve Aoki, Flume, , Vini Vici,Hardwell , Desiigner, Galantis, Tiësto, yang tentunya mempunyai pengaruh besar dalam mengguncang panggung Festival terbesar di indonesia itu.

Selain itu juga , di DWP 2017 ini menampilkan setidaknya 60 penampilan yang termasuk dengan Musisi lokal Yesterday Afternoon Boys, Iyal Noor, Isha Hening hingga Rich Chigga, alias Brian Immanuel rapper terkenal asal indonesia yang memang tidak diragukan lagi ketenarannya yang turut hadir dalam acara yang diselenggarakan selama dua hari dari 15 desember 2017 hingga 16 desember 2017 itu.

Di DWP 2016 ini berhasil membius sebanyak 90 ribu penonton yang berasal dari berbagai kota bahkan berbagai negara. Sedangkan di Tahun 2017 ini diperkirakan sebanyak 90 ribu penonton yang hadir dalam acara yang diselenggarakan selama dua hari itu.

Untuk tahun 2016 , panggung utama yang diberi nama Garudha Land menjadi panggung yang paling megah. Dimana kepala burung Garuda bisa bergerak ke kanan dan kiri dengan kedua mata menyala. Dan juga menampilkan bendera merah putih dengan tulisan “Bhinneka Tunggal Ika”.

Sedangkan untuk tahun 2017 ini , Ismaya Live menyulap panggung Neon Jungle menjadi Elrow yang bertemakan taman indoor dengan nuansa psychedelic. Dimana di bagian Kanan kiri panggung tersebut dipenuhi dengan pohon polkadot dengan bentuk unik dan hiasan-hiasan menarik lainnya.

Dan yang paling menonjol dalam acara DWP 2016 dan di tahun 2017 ini adalah kontroversi yang ditimbukan. DImana pada tahun sebelumnnya, DWP tidaklah terlalu menimbukkan kontroversi, tetapi di tahun ini Beberapa ormas menentang diselenggarakan hingga sampai ormas yang meminta kepada Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan agar tidak memberikan izin kepada acara tersebut karena menurutnya acara ini tidak memberikan dampak yang baik.

Meski begitu , Acara ini tetap berjalan dengan baik dan sukses dengan dikawal dengan setidaknya 600 personel polisi dan DWP 2017 ini juga hanya mengijikan mereka yang berusia di atas 21 tahun untuk membeli minuman berakohol.

Intip Salah Satu Vido Aksi DJ Marshmello Disini.